Jumat, 20 Januari 2012
Tugas Akhir seperti KTI, Skripsi,
Thesis, Disertasi, dan lainnya mungkin menjadi momok bagi sebagian besar
mahasiswa di penghujung masa perkuliahan (semester akhir), namun tidak bagi
mereka yang sudah pernah mendengar bahkan membuat sendiri atau mengonsep tugas
akhir tersebut. Dalam hal ini tidak dipungkiri bahwa sebelum membuat tugas
akhir setidaknya perlu memperhatikan beberapa tips sebagai berikut:
1. Cari Judul yang mudah dimengerti
dan dipahami
Judul yang mudah dimengerti dan dipahami adalah judul yang mengandung unsur 5W+1H (What, Where, When, Why, Who + How). Artinya judul tidak perlu panjang lebar namun mengandung makna serta menjelaskan adanya unsur-unsur tersebut (apa, dimana, kapan mengapa siapa dan bagaimana). Jadi setiap orang yang baru pertama kali melihat dapat langsung mengerti dan paham apa maksud dan tujuan judul tersebut.
2. Sumber atau Referensi yang mudah diperoleh
Setelah memiliki judul yang tepat, tentunya kita harus menentukan sumber-sumber atau bahan acuan yang dapat dijadikan referensi dalam penyusunan tugas akhir tersebut, sehingga selama penyusunan tugas akhir kita tidak memiliki hambatan. Selain mudah didapatkan sumber yang digunakan sebaiknya berasal dari buku-buku terbaru (setidaknya 3-5 tahun terakhir), artikel-artikel berupa hasil penelitian, maupun tulisan yang bersumber dari oplah, dokumen, laporan maupun buku dengan editor juga dapat digunakan sebagai acuan (tulisan-tulisan dari internet dapat digunakan, namun sebaiknya telusuri terlebih dahulu sumber aslinya karena di internet setiap orang bisa menulis apa saja).
Judul yang mudah dimengerti dan dipahami adalah judul yang mengandung unsur 5W+1H (What, Where, When, Why, Who + How). Artinya judul tidak perlu panjang lebar namun mengandung makna serta menjelaskan adanya unsur-unsur tersebut (apa, dimana, kapan mengapa siapa dan bagaimana). Jadi setiap orang yang baru pertama kali melihat dapat langsung mengerti dan paham apa maksud dan tujuan judul tersebut.
2. Sumber atau Referensi yang mudah diperoleh
Setelah memiliki judul yang tepat, tentunya kita harus menentukan sumber-sumber atau bahan acuan yang dapat dijadikan referensi dalam penyusunan tugas akhir tersebut, sehingga selama penyusunan tugas akhir kita tidak memiliki hambatan. Selain mudah didapatkan sumber yang digunakan sebaiknya berasal dari buku-buku terbaru (setidaknya 3-5 tahun terakhir), artikel-artikel berupa hasil penelitian, maupun tulisan yang bersumber dari oplah, dokumen, laporan maupun buku dengan editor juga dapat digunakan sebagai acuan (tulisan-tulisan dari internet dapat digunakan, namun sebaiknya telusuri terlebih dahulu sumber aslinya karena di internet setiap orang bisa menulis apa saja).
3. Gaya Bahasa yang digunakan
Tugas akhir merupakan gambaran suatu karya ilmiah yang dapat digunakan untuk menilai karakteristik si penulis baik dari segi bahasa penulisan maupun gaya penyampaian. Untuk itu biasakan diri anda untuk menggunakan bahasa Indonesia yang sudah baku sesuai EYD=Ejaan yang disempurnakan. Jika gaya bahasa penulisan mudah dicerna dan dipahami, maka setiap pembaca akan dapat langsung mengerti tujuan penyampaian yang diinginkan penulis dan sebaliknya pembaca-pun akan merasa kesulitan jika gaya bahasa yang digunakan dalam penulisa tidak tepat bahkan terkesan semrawut.
Tugas akhir merupakan gambaran suatu karya ilmiah yang dapat digunakan untuk menilai karakteristik si penulis baik dari segi bahasa penulisan maupun gaya penyampaian. Untuk itu biasakan diri anda untuk menggunakan bahasa Indonesia yang sudah baku sesuai EYD=Ejaan yang disempurnakan. Jika gaya bahasa penulisan mudah dicerna dan dipahami, maka setiap pembaca akan dapat langsung mengerti tujuan penyampaian yang diinginkan penulis dan sebaliknya pembaca-pun akan merasa kesulitan jika gaya bahasa yang digunakan dalam penulisa tidak tepat bahkan terkesan semrawut.
4. Pengetikan
Umumnya semua mahasiswa sudah bisa mengetik, namun tidak semua mahasiswa bisa mengetik dengan baik dan benar. Bahkan masih sering ditemui mahasiswa lulusan sarjana mengetiknya masih berantakan (maaf terlalu kasar), hal ini sangat jarang diperhatikan, tugas akhir tentunya harus memiliki bobot pengetikan yang baik pula sehingga pandangan miris terhadap penulis dapat dihindari.
Umumnya semua mahasiswa sudah bisa mengetik, namun tidak semua mahasiswa bisa mengetik dengan baik dan benar. Bahkan masih sering ditemui mahasiswa lulusan sarjana mengetiknya masih berantakan (maaf terlalu kasar), hal ini sangat jarang diperhatikan, tugas akhir tentunya harus memiliki bobot pengetikan yang baik pula sehingga pandangan miris terhadap penulis dapat dihindari.
5. Program Aplikasi
Untuk mempermudah penyusunan tugas akhir anda, sebaiknya gunakan program aplikasi olah bahasa dan data yang sudah familiar seperti Word, Excel, Power Point, serta SPSS. Jangan sesekali mencoba menggunakan program aplikasi yang banyak orang belum mengerti.
Untuk mempermudah penyusunan tugas akhir anda, sebaiknya gunakan program aplikasi olah bahasa dan data yang sudah familiar seperti Word, Excel, Power Point, serta SPSS. Jangan sesekali mencoba menggunakan program aplikasi yang banyak orang belum mengerti.
6. Backup Data
Meskipun hampir semua mahasiswa memiliki media penyimpanan seperti flashdisk, diskdrive, dan sebagainya. Namun tidak jarang yang masih ditemui mengeluh karena kehilangan data baik yang disebabkan karena virus dan lainnya. Untuk itu jangan segan-segan menyalin data anda secara rutin (setidaknya setiap satu minggu sekali dilakukan backup data). Jika perlu setiap anda berkunjung ke rumah teman anda, mintalah izin untuk menyalin data anda.
Meskipun hampir semua mahasiswa memiliki media penyimpanan seperti flashdisk, diskdrive, dan sebagainya. Namun tidak jarang yang masih ditemui mengeluh karena kehilangan data baik yang disebabkan karena virus dan lainnya. Untuk itu jangan segan-segan menyalin data anda secara rutin (setidaknya setiap satu minggu sekali dilakukan backup data). Jika perlu setiap anda berkunjung ke rumah teman anda, mintalah izin untuk menyalin data anda.
7. Karakteristik Dosen Pembimbing
Setelah anda tahu siapa dosen pembimbing anda sebaiknya terlebih dahulu anda harus mencari tahu bagaimana karakteristik dosen pembimbing anda (apakah ia idealis, perfectionis, bengis, atau killeris). Caranya dengan banyak bertanya pada senior-senior yang sudah lulus atau bahkan dosen lainnya bagaimanakah dia, maunya bagaimana, biasanya bagaimana, dan seterusnya.
Setelah anda tahu siapa dosen pembimbing anda sebaiknya terlebih dahulu anda harus mencari tahu bagaimana karakteristik dosen pembimbing anda (apakah ia idealis, perfectionis, bengis, atau killeris). Caranya dengan banyak bertanya pada senior-senior yang sudah lulus atau bahkan dosen lainnya bagaimanakah dia, maunya bagaimana, biasanya bagaimana, dan seterusnya.
8. Menentukan rancangan atau desain
penelitian
Kendala yang umumnya ditemui setelah judul diterima atau di ACC adalah rancangan penelitian yang akan digunakan, apakah deskriptif, eksploratif, analitik, maupun ekperimental. Jika dilihat secara keseluruhan rancangan tersebut maka pendekatan yang dapat digunakan adalah cross sectional atau longitudinal. Karena hingga saat ini antara penelitian deskriptif dan analitik masih ditemukan pendekatan dengan mengunakan rancangan tersebut.
Kendala yang umumnya ditemui setelah judul diterima atau di ACC adalah rancangan penelitian yang akan digunakan, apakah deskriptif, eksploratif, analitik, maupun ekperimental. Jika dilihat secara keseluruhan rancangan tersebut maka pendekatan yang dapat digunakan adalah cross sectional atau longitudinal. Karena hingga saat ini antara penelitian deskriptif dan analitik masih ditemukan pendekatan dengan mengunakan rancangan tersebut.
Perlu diingat bahwa jika kita ingin
melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab,
faktor-faktor yang mempengaruhi, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan
timbulnya penyakit atau masalah yang belum diketahui maka dapat digunakan
rancangan eksplorasi case control. Namun sebaliknya jika ingin mengetahui
tentang jumlah atau keadaan penyakit tertentu dalam suatu kelompok populasi
maka rancangan yang tepat adalah deskriptif cross sectional.
9. Variabel apa yang digunakan
Seperti diketahui bahwa di dalam suatu judul penelitian terdapat beberapa variabel yang tampak seperti halnya sebab akibat, ada variabel yang menyebabkan/ mempengaruhi dan ada yang dipengaruhi. Secara umum penelitian untuk tingkat diploma maupun sarjana dan pasca sarjana serta doktoral dibedakan atas tiap-tiap variabelnya. Apakah variabel yang akan digunakan berupa independen, dependen, moderator, intervening atau variabel kontrol. Pastikan kita tidak keliru menentukan variabel yang akan digunakan dalam penelitian.
Seperti diketahui bahwa di dalam suatu judul penelitian terdapat beberapa variabel yang tampak seperti halnya sebab akibat, ada variabel yang menyebabkan/ mempengaruhi dan ada yang dipengaruhi. Secara umum penelitian untuk tingkat diploma maupun sarjana dan pasca sarjana serta doktoral dibedakan atas tiap-tiap variabelnya. Apakah variabel yang akan digunakan berupa independen, dependen, moderator, intervening atau variabel kontrol. Pastikan kita tidak keliru menentukan variabel yang akan digunakan dalam penelitian.
10. Populasi dan Sampel
Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, karena populasi atau sampel merupakan gambaran objek/subjek yang akan diteliti apakah dapat mewakili untuk diteliti atau tid
Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, karena populasi atau sampel merupakan gambaran objek/subjek yang akan diteliti apakah dapat mewakili untuk diteliti atau tid
Minggu, 08 Januari 2012
ketuban pecah dini
Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW) atau Ketuban Pecah Dini (KPD) atau Ketuban Pecah Prematur (KPP)
Ketuban pecah dini (KPD) atau ketuban pecah sebelum waktunya (KPSW) atau ketuban pecah prematur (KPP) adalah keluarnya cairan dari jalan lahir/vagina sebelum proses persalinan.Ketuban pecah prematur yaitu pecahnya membran khorio-amniotik sebelum onset persalinan atu disebut juga Premature Rupture Of Membrane = Prelabour Rupture Of Membrane = PROM.
Ketuban pecah prematur pada preterm yaitu pecahnya membran Chorio-amniotik sebelum onset persalinan pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu atau disebut juga Preterm Premature Rupture Of Membrane = Preterm Prelabour Rupture Of Membrane = PPROM
Insiden
- PROM : 6-19% kehamilan
- PPROM : 2% kehamilan
- Penyebab dari KPD tidak atau masih belum diketahui secara jelas maka usaha preventif tidak dapat dilakukan, kecuali dalam usaha menekan infeksi.
- Faktor yang berhubungan dengan meningkatnya insidensi KPD antara lain :
- Fisiologi selaput amnion/ketuban yang abnormal
- Inkompetensi serviks
- Infeksi vagina/serviks
- Kehamilan ganda
- Polihidramnion
- Trauma
- Distensi uteri
- Stress maternal
- Stress fetal
- Infeksi
- Serviks yang pendek
- Prosedur medis
Secara klinik diagnosa ketuban pecah dini tidak sukar dibuat anamnesa pada klien dengan keluarnya air seperti kencing dengan tanda-tanda yang khas sudah dapat menilai itu mengarah ke ketuban pecah dini. Untuk menentukan betul tidaknya ketuban pecah dini bisa dilakukan dengan cara :
- Adanya cairan yang berisi mekonium (kotoran janin), verniks kaseosa (lemak putih) rambut lanugo atau (bulu-bulu halus) bila telah terinfeksi bau
- Pemeriksaan inspekulo, lihat dan perhatikan apakah memang air ketuban keluar dari kanalis servikalis pada bagian yang sudah pecah, atau terdapat cairan ketuban pada forniks posterior
- USG : volume cairan amnion berkurang/oligohidramnion
- Terdapat infeksi genital (sistemik)
- Gejala chorioamnionitis
Fetal : takikardi, kardiotokografi, profilbiofisik, volume cairan ketuban berkurang
Cairan amnion
Tes cairan amnion, diantaranya dengan kultur/gram stain, fetal fibronectin, glukosa, leukosit esterase (LEA) dan sitokin.
Jika terjadi chorioamnionitis maka angka mortalitas neonatal 4x lebih besar, angka respiratory distress, neonatal sepsis dan pardarahan intraventrikuler 3x lebih besar
- Dilakukan tes valsava, tes nitrazin dan tes fern
- Dilakukan uji kertas lakmus/nitrazine test
- Jadi biru (basa) : air ketuban
- Jadi merah (asam) : air kencing
Prognosis/komplikasi
Adapun pengaruh ketuban pecah dini terhadap ibu dan janin adalah :
Prognosis ibu
- Infeksi intrapartal/dalam persalinan
- Infeksi puerperalis/ masa nifas
- Dry labour/Partus lama
- Perdarahan post partum
- Meningkatkan tindakan operatif obstetri (khususnya SC)
- Morbiditas dan mortalitas maternal
- Prematuritas
- Prolaps funiculli/ penurunan tali pusat
- Hipoksia dan Asfiksia sekunder (kekurangan oksigen pada bayi)
- Sindrom deformitas janin
- Morbiditas dan mortalitas perinatal
- Penatalaksanaan ketuban pecah dini tergantung pada umur kehamilan dan tanda infeksi intrauterin
- Pada umumnya lebih baik untuk membawa semua pasien dengan KPD ke RS dan melahirkan bayi yang berumur > 37 minggu dalam 24 jam dari pecahnya ketuban untuk memperkecil resiko infeksi intrauterin
- Tindakan konservatif (mempertahankan kehamilan) diantaranya pemberian antibiotik dan cegah infeksi (tidak melakukan pemeriksaan dalam), tokolisis, pematangan paru, amnioinfusi, epitelisasi (vit C dan trace element, masih kontroversi), fetal and maternal monitoring. Tindakan aktif (terminasi/mengakhiri kehamilan) yaitu dengan sectio caesarea (SC) atau pun partus pervaginam
- Dalam penetapan langkah penatalaksanaan tindakan yang dilakukan apakah langkah konservatif ataukah aktif, sebaiknya perlu mempertimbangkan usia kehamilan, kondisi ibu dan janin, fasilitas perawatan intensif, kondisi, waktu dan tempat perawatan, fasilitas/kemampuan monitoring, kondisi/status imunologi ibu dan kemampuan finansial keluarga.
- Untuk usia kehamilan <37 minggu dilakukan penanganan konservatif dengan mempertahankan kehamilan sampai usia kehamilan matur.
- Untuk usia kehamilan 37 minggu atau lebih lakukan terminasi dan pemberian profilaksis streptokokkus grup B. Untuk kehamilan 34-36 minggu lakukan penatalaksanaan sama halnya dengan aterm
- Untuk usia kehamilan 32-33 minggu lengkap lakukan tindakan konservatif/expectant management kecuali jika paru-paru sudah matur (maka perlu dilakukan tes pematangan paru), profilaksis streptokokkus grup B, pemberian kortikosteroid (belum ada konsensus namun direkomendasikan oleh para ahli), pemberian antibiotik selama fase laten.
- Untuk previable preterm (usia kehamilan 24-31 minggu lengkap) lakukan tindakan konservatif, pemberian profilaksis streptokokkus grup B, single-course kortikosteroid, tokolisis (belum ada konsensus) dan pemberian antibiotik selama fase laten (jika tidak ada kontraindikasi)
- Untuk non viable preterm (usia kehamilan <24 minggu), lakukan koseling pasien dan keluarga, lakukan tindakan konservatif atau induksi persalinan, tidak direkomendasikan profilaksis streptokokkus grup B dan kortikosteroid, pemberian antibiotik tidak dianjurkan karena belum ada data untuk pemberian yang lama)
- Rekomendasi klinik untuk PROM, yaitu pemberian antibiotik karena periode fase laten yang panjang, kortikosteroid harus diberikan antara 24-32 minggu (untuk mencegah terjadinya resiko perdarahan intraventrikuler, respiratory distress syndrome dan necrotizing examinations),tidak boleh dilakukan digital cervical examinations jadi pilihannya adalah dengan spekulum, tokolisis untuk jangka waktu yang lama tidak diindikasikan sedangkan untuk jangka pendek dapat dipertimbangkan untuk memungkinkan pemberian kortikosteroid, antibiotik dan transportasi maternal, pemberian kortikosteroid setelah 34 minggu dan pemberian multiple course tidak direkomendasikan
- Pematangan paru dilakukan dengan pemberian kortikosteroid yaitu deksametason 2×6 mg (2 hari) atau betametason 1×12 mg (2 hari)
- Agentokolisis yaitu B2 agonis (terbutalin, ritodrine), calsium antagonis (nifedipine), prostaglandin sintase inhibitor (indometasin), magnesium sulfat, oksitosin antagonis (atosiban)
- Tindakan epitelisasi masih kotroversial, walaupun vitamin C dan trace element terbukti berhubungan dengan terjadinya ketuban pecah terutama dalam metabolisme kolagen untuk maintenance integritas membran korio-amniotik, namun tidak terbukti menimbulkan epitelisasi lagi setelah terjadi PROM
- Tindakan terminasi dilakukan jika terdapat tanda-tanda chorioamnionitis, terdapat tanda-tanda kompresi tali pusat/janin (fetal distress) dan pertimbangan antara usia kehamilan, lamanya ketuban pecah dan resiko menunda persalinan
- KPD pada kehamilan < 37 minggu tanpa infeksi, berikan antibiotik eritromisin 3×250 mg, amoksisillin 3×500 mg dan kortikosteroid
- KPD pada kehamilan > 37 minggu tanpa infeksi (ketuban pecah >6 jam) berikan ampisillin 2×1 gr IV dan penisillin G 4×2 juta IU, jika serviks matang lakukan induksi persalinan dengan oksitosin, jika serviks tidak matang lakukan SC
- KPD dengan infeksi (kehamilan <37 ataupun > 37 minggu), berikan antibiotik ampisillin 4×2 gr IV, gentamisin 5 mg/KgBB, jika serviks matang lakukan induksi persalinan dengan oksitosin, jika serviks tidak matang lakukan SC
Polihidramnion atau disebut juga dengan hidramnion adalah keadaan dimana air ketuban melebihi 2000 ml. Hidramnion akut adalah penambahan air ketuban secara mendadak dan cept dalam beberapa hari, biasanya terdapat pada kehamilan yang agak muda, bulan ke 5 dan ke 6. Hidramnion kronis adalah penambahan air ketuban secara perlahan-lahan, biasanya terjadi pada kehamilan lanjut. Diagnosis pasti bisa didapatkan dari pemeriksaan ultrasonografi (USG). Insidensi hidramnion adalah 1% dari semua kehamilan. Biggio dkk (1999) melaporkan dari Alabama, insisden hidramnion 1% diantara lebih dari 36.000 kehamilan.
Etiologi
Sampai sekarang penyebab hidramnion masih belum jelas. Pada banyak kasus hidramnion berhubungan dengan kelainan malformasi janin, khususnya kelainan sistem syaraf pusat dan traktus gastrointestinal. Namun secara teori, hidramnion bisa terjadi karena :
- Produksi air ketuban bertambah
Naeye dan Blanc (1972) mengidentifikasi dilatasi tubulus ginjal, bladder (vesica urinaria) ukuran besar, akan meningkatkan output urine pada awal periode pertumbuhan fetus, hal inilah yang meningkatkan produksi urine fetus yang mengakibatkan hidramnion.
- Pengaliran air ketuban terganggu
Damato dan koleganya (1993) melaporkan bahwa dari 105 wanita yang diteliti cairan amnionnya, ditemukan hampir 65% dinyatakan hidramnion. Ada 47 orang hamil tunggal dengan satu atau lebih mengalami kelainan kongenital. Diantaranya kelainan gastrointestinal, sistem syaraf pusat, thorax, skeletal, kelainan kromosom (2 janin mempunyai trisomi 18—Edward syndrome dan dua janin dengan trisomi 21—Down syndrome), dan kelainan jantung. 19 orang wanita hamil kembar. Hidramnion berhubungan dengan kehamilan kembar monozigotik, hipotesis telah dibuktikan bahwa salah satu fetus menguasai satu bagian sirkulasi dari janin lainnya, dimana fetus yang satu ini mengalami cardiac hypertrofi dan produksi output urine yang meningkat.
Diagnosis
1. Anamnesis
- Perut terasa lebih besar dan lebih berat dari biasa
- Sesak nafas, beberapa ibu mengalami sesak nafas berat, pada kasus ekstrim ibu hanya bisa bernafas bila berdiri tegak
- Nyeri ulu hati dan sianosis
- Nyeri perut karena tegangnya uterus
- Oliguria. Kasus sangat jarang terjadi. Hal ini terjadi karena urethra mengalami obstruksi akibat uterus yang membesar melebihi kehamilan normal.
- Perut terlihat sangat buncit dan tegang, kulit perut mengkilat, retak-retak kulit jelas dan kadang-kadang umbilikus mendatar
- Ibu terlihat sesak dan sianosis serta terlihat payah karena kehamilannya
- Edema pada kedua tungkai, vulva dan abdomen. Hal ini terjadi karena kompresi terhadap sebagian besar sistem pembuluh darah balik (vena) akibat uterus yang terlalu besar
- Perut tegang dan nyeri tekan
- Fundus uteri lebih tinggi dari usia kehamilan sesungguhnya
- Bagian-bagian janin sukar dikenali
- Denyut jantung janin sukar didengar
- Foto rontgen (bahaya radiasi)
- Ultrasonografi
- Banyak ahli mendefinisikan hidramnion bila index cairan amnion (ICA) melebihi 24-25 cm pada pemeriksaan USG.
- Dari pemeriksaan USG, hidramnion terbagi menjadi :
Moderate hydramnion (hidramnion sedang), bila kantung amnion mencapai 12-15 cm dalamnya. Insiden sebesar 15%.
Severe hydramnion (hidramnion berat), bila janin ditemukan berenang dengan bebas dalam kantung amnion yang mencapai 16 cm atau lebih besar. Insiden sebesar 5%.
| Weeks gestation | Fetus (gr) | Placenta (gr) | Amnionic fluid (ml) | Fluid (%) |
| 16 | 100 | 100 | 200 | 50 |
| 28 | 1000 | 200 | 1000 | 45 |
| 36 | 2500 | 400 | 900 | 24 |
| 40 | 3300 | 500 | 800 | 17 |
From Queenan (1991)
Diagnosa banding
- Gemelli (kembar)
- Asites (pengumpulan cairan serosa dalam rongga perut)
- Kista ovarium
- Kehamilan dengan tumor
Janin
- Kelainan kongenital
- Prematuritas
- Prolapsus tali pusat
- Solusio plasenta
- Atonia uteri
- Perdarahan postpartum
Pada masa hamil
Pada hidramnion ringan tidak perlu pengobatan khusus. Hidramnion sedang dengan beberapa ketidaknyamanan biasanya dapat diatasi, tidak perlu intervensi sampai persalinan atau sampai selaput membran pecah spontan. Jika terjadi sesak nafas atau nyeri pada abdomen, terapi khusus diperlukan. Bed rest, diuretik dan air serta diet rendah garam sangat efektif. Terapi indomethacin biasa digunakan untuk mengatasi gejala-gejala yang timbul menyertai hidramnion. Kramer dan koleganya (1994) melalui beberapa hasil penelitiannya membuktikan bahwa indomethacin mengurangi produksi cairan dalam paru-paru atau meningkatkan absorpsi, menurunkan produksi urine fetus dan meningkatkan sirkulasi cairan dalam membran amnion. Dosis yang boleh diberikan 1,5-3 mg/Kg per hari. Tetapi pada hidramnion berat maka penderita harus dirawat dan bila keluhan terlalu hebat dapat dilakukan amniosentesis (pengambilan sampel cairan ketuban melalui dinding abdomen). Prinsip dilakukan amniosintesis adalah untuk mengurangi distress pada ibu. Selain itu, cairan amnion juga bisa di tes untuk memprediksi kematangan paru-paru janin.
Pada masa persalinan
Bila tidak ada hal-hal yang mendesak maka sikap kita adalah menunggu. Jika pada waktu pemeriksaan dalam ketuban tiba-tiba pecah, maka untuk menghalangi air ketuban mengalir keluar dengan deras, masukanlah tinju kedalam vagina sebagai tampon beberapa lama supaya air ketuban keluar pelan-pelan. Maksudnya adalah supaya tidak terjadi solusio plasenta, syok karena tiba-tiba perut kosong atau perdarahan postpartum karena atonia uteri.
Pada masa nifas
Observasi perdarahan postpartum
OLIGOHIDRAMNION
Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari normal yaitu kurang dari 500 mL. Marks dan Divon (1992) mendefinisikan oligohidramnion bila pada pemeriksaan USG ditemukan bahwa index kantong amnion 5 cm atau kurang dan insiden oligohidramnion 12% dari 511 kehamilan pada usia kehamilan 41 minggu.
Etiologi
Penyebab pasti terjadinya oligohidramnion masih belum diketahui. Beberapa keadaan berhubungan dengan oligohidramnion hampir selalu berhubungan dengan obstruksi saluran traktus urinarius janin atau renal agenesis.
| Fetal | Maternal |
| Chromosomal abnormalities | Uteroplacental insufficiency |
| Congenital anomalies | Hypertension |
| Growth restriction | Preeclampsia |
| Postterm pregnancy | Diabetes |
| Ruptured membranes | |
| Placenta | |
| Abruptio placenta |
Gambaran klinis
- Perut ibu kelihatan kurang membuncit
- Denyut jantung janin sudah terdengar lebih dini dan lebih jelas
- Ibu merasa nyeri di perut pada setiap gerakan anak
- Persalinan lebih lama dari biasanya
- Sewaktu his/mules akan terasa sakit sekali
- Bila ketuban pecah, air ketuban akan sedikit sekali bahkan tidak ada yang keluar
Prognosis oligohidramnion tidak baik terutama untuk janin. Bila terjadi kehamilan muda akan mengakibatkan gangguan bagi pertumbuhan janin, bahkan bisa terjadi foetus papyreceous, yaitu picak seperti kertas karena tekanan-tekanan. Bila terjadi pada kehamilan lanjut akan terjadi cacat bawaan, cacat karena tekanan atau kulit menjadi tebal dan kering. Selain itu, dapat mengakibatkan kelainan musculoskeletal (sistem otot).
Oligohidramnion yang berkaitan dengan PPROM pada janin yang kurang dari 24 minggu dapat mengakibatkan terjadinya hipoplasia paru-paru. Ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi, yaitu:
- Kompresi toraks, mengakibatkan pengembangan dinding dada dan paru-paru terhambat
- Terbatasnya pernapasan janin menurunkan pengembangan paru-paru
- Terganggunya produksi serta aliran cairan paru-paru berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan paru-paru
Penanganan oligohidramnion bergantung pada situasi klinik dan dilakukan pada fasilitas kesehatan yang lebih lengkap mengingat prognosis janin yang tidak baik. Kompresi tali pusat selama proses persalinan biasa terjadi pada oligohidramnion, oleh karena itu persalinan dengan sectio caesarea merupakan pilihan terbaik pada kasus oligohidramnion. Selain itu, pertimbangan untuk melakukan SC karena :
- Index kantung amnion (ICA) 5 cm atau kurang
- Deselerasi frekuensi detak jantung janin
- Kemungkinan aspirasi mekonium pada kehamilan postterm.
Abdul bari, Saifuddin. 2002. Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.YBPSP. Jakarta
Senin, 02 Januari 2012
Tidur Lebih Awal, Bantu Tingkatkan Kesehatan
02 januari 2012
Bagi Anda yang memiliki aktivitas padat
sehari-hari, seringkali harus bangun lebih awal, melakukan pekerjaan rumah lalu
pergi kantor atau beraktivitas lain di luar rumah, dan pulang dengan kondisi
yang lelah dan frustasi. Salah satu solusi untuk mengatasi lelah dan frustasi
yang melanda adalah dengan relaksasi, dan cara yang paling sederhana adalah
dengan tidur lebih awal. Tidur merupakan satu-satunya cara proses
penyembuhan alami yang membantu badan untuk istirahat dengan mengisi ulang
tenaga dalam tubuh setelah merasa lelah dan stress dari aktivitas sehari-hari,
sehingga tubuh akan kembali pada fungsi normalnya keesokan harinya. Kebiasaan
tidur lebih awal merupakan hal baik bagi kesehatan. 6 hingga 7 jam perhari
merupakan waktu tidur rata-rata bagi orang dewasa, sedangkan pada anak-anak 8
hingga 9 jam, proporsi waktu tidur yang benar akan membantu meningkatkan
kondisi kesehatan dan juga membantu meningkatkan kecantikan Anda. Kebiasaan
tidur lebih awal memiliki banyak manfaat baik secara psikologis maupun jasmani
berhubungan dengan kesehatan dan kecantikan. Berikut ini 6 manfaat dari tidur
lebih awal yang perlu Anda ketahui :
1.
Mengurangi Stress
Sering mengalami stress dalam jangka
panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti serangan jantung.
Dan tidur merupakan cara alami terbaik untuk mengurangi stress sebagai media
relaksasi pikiran. Pasa saat tidur tubuh akan memperbaiki kerusakan fisik dan
mental yang menyebabkan tubuh menjadi stress dan memerangi berbagai penyakit.
2.
Mengontrol dan mencegah penyakit
Bagi mereka yang memiliki kebiasaan
tidur tengah malam atau begadang akan memiliki peluang lebih besar kemungkinan
terkena penyakit jangka panjang seperti kanker dan gangguan jantung, hal ini
karena terjadi peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol dalam tubuh.
Kebiasaan tidur lebih awal akan membantu Anda mengontrol dan mengatur tekanan
darah dalam tubuh dan mencegah dari berbagai penyakit.
3.
Meningkatkan ketajaman ingatan
Tidur lebih awal juga membantu pikiran
untuk menyimpan informasi yang telah diperoleh selama beraktifitas seharian
dengan sangan terorganirsor, sehingga dapat digunakan kembali atau dengan mudah
diingat.
4.
Meningkatkan kualitas hidup
Dengan tidur akan membantu meningkatkan
kualitas hidup Anda dan membuat Anda menjadi lebih menikmati pekerjaan yang
Anda lakukan sehari-hari.
5.
Meningkatkan energi
Tidur lebih awal dan berkualitas akan
membuat Anda lebih berenergi dan bersemangat dalam melakukan aktivitas keesokan
harinya. Tidur lebih awal akan meningkatkan level energi dalam tubuh dan
membuat Anda merasa lebih fresh saat bangun tidur keesokan harinya dan membantu
melakukan pekerjaan lebih baik dan tepat waktu.
6.
Membantu menjaga berat badan
Pola tidur yang salah misalnya tidur
terlalu awal atau tidur terlalu larut dapat memicu pada masalah berat badan
seperti obesitas atau sebaliknya menyebabkan penurunan berat badan. Masalah
seperti ini dapat dicegah dan diperbaiki dengan lebih memperhatikan waktu tidur
di malam hari.
khasiat
tidur awal, jam tidur yang baik, khasiat tidur, jam tidur yang benar, Tips
waktu tidur yang baik, jam tidur yang tepat, waktu baik untu tidur, tidur yang
benar, tidur lebih awal untuk kesehatan, tidur lebih awal
Maka, untuk Anda yang masih
belum bisa mendapatkan quality time akibat selalu begadang dan bangun
kesiangan, coba pertimbangkan untuk lebih mengatur waktu. Bangun pagi itu
menyenangkan lho.. Karena Anda bisa mendapatkan waktu ekstra untuk melakukan
hal-hal yang ingin Anda lakukan.Sabtu, 31 Desember 2011
WASPADA Ketuban Pecah Sebelum Waktunya
Sahabat,
kehamilan selain membahagiakan juga ada saat – saat kritis yang perlu
mendapat perhatian kita semua. Terutama pada kehamilan yang mengalami
ketuban pecah sebelum waktunya. Banyak komplikasi yang bisa terjadi
akibat keterlambatan ibu hamil datang pada bidan atau dokter.
Keterlambatan ini bisa disebabkan banyak hal, antara lain kurangnya
pengetahuan ibu mengenai bahaya akibat keetuban pecah dini atau sebelum
waktunya..
Apa sih yang dimaksud dengan ketuban pecah sebelum waktunya?
Sahabat,
Ketuban pecah dini atau ketuban pecah sebelum waktunya adalah keadaan
dimana air ketuban mengalir dan merembes atau keluar terus menerus dari
jalan lahir dan tidak disertai tanda persalinan. Ketuban yang pecah
pada kehaamilan muda maupun pada kehamilan tua tetap sama – sama
beresiko infeksi pada bayi. Idealnya selaput ketuban yang melindungi
janin dalam rahim baru robek atau pecah setelah kehamilan cukup bulan
dan di ikuti adanya tanda - tanda di mulainya proses untuk
bersalin. Keutuhan selaput ketuban ini sangat penting bagi perlindungan
janin dalam rahim.
Lalu apa saja faktor yang bisa menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya?
Banyak
sekali faktor yang bisa menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya,
secara teori disebutkan bahwa akibat berkurangnya kekuatan selaput
ketuban menahan tekanan yang berasal dari dalam kandungan, Infeksi pada
jalan lahir ibu, benturan atau trauma fisik maupun psikis. dan
sebagainya
Jika
Ketuban sudah pecah, berarti selaput yang melindungi janin sudah robek,
dan air ketuban berkurang jumlahnya. Idealnya cairan ketuban ini
sekitar >500 cc sampai dengan1000 cc.
Bayi
dalam kandungan ibarat berada dalam suatu gelembung selaput yang tipis
mirip balon namun berisi air. Bayi dengan aman berenang dan bergerak
dalam kehangatan air ketuban.Nah ketika selaput itu robek, maka ketuban
akan mengalir terus menerus, akhirnya bisa kering.
Apa saja akibat ketuban pecah sebelum waktunya?
-Infeksi
Ini karena selaput ketuban yang robek menjadi pintu masuk bagi kuman kuman, ibu menjadi demam dan bayi terinfeksi
-Kelahiran prematur
Pada
kehamilan yang masih belum cukup bulan, pecahnya ketuban akan
merangsang kontraksi sehingga terjadi pembukaan jalan lahir dan bayi
terlahir sebelum aktunya. Bila ketuban sudah dinyatakan habis oleh
dokter atau bidan, maka kondisi bayi dalam keadaan waspada infeksi, oleh
karena itu bayi sebaiknya dilahirkan jika sudah memenuhi ketentuan
untuk mengakhiri kehamilan dengan dirangsang ( induksi )obat atau
infus, bahkan ada beberapa kasus yang harus dilakukan seksio sesarea.
Apa
saja pertimbangan dokter atau bidan untuk mengakhiri kehamilan dengan
melakukan induksi atau rangsangan dengan infus maupun obat?
Ada
beberapa hal yang akan diperhatikan, antara lain adalah umur
kehamilan, keadaan jantung bayi, ada tidak infeksi dan komplikasi yang
menyertai ibu maupun janin dan juga melihat besarnya pembukaan jalan
lahir dan tanda persalinan.
Tindakan merangsang persalinan dengan infus dan obat berbahaya tidak ya? Khan bayinya masih prematur.
Sahabat,
dokter maupun bidan akan memberi penjelasan secara terperinci, sebelum
melakukan tindakan merangsang prioses kelahiran.Antara lain manfaat dan
tujuan serta apa yang akan ibu rasakan selama proses dilakukan induksi
persalinan tersebut.
Nah besar mana resikonya ? Membiarkan bayi dalam kandungan atau melahirkannya?
Tentu
kembali kepada pilihan bahwa yang kita lakukan adalah upaya terbaik
untuk menyelamatkan ibu maupun bayi. Seperti tadi kita ketahui bahwa
setelah selaput ketuban robek , maka air ketuban akan terus mengalir.Hal
inibisa membahayakan keadaan janin. Terutama infeksi.
Pada
bayi prematur ada kebijakan khusus dimana proses kelahiran akan
disiapkan sedemikian rupa termasuk mempersiapkan kematangan paru - paru
bayi, lingkungan luar seperti tersedia incubator atau penghangat dan
bisa pula dilakukan metode kanguru setelah bayi lahir, yakni mendekapkan
bayi ke dada ibu secara langsung bersentuhan kulit ibu, agar bayi
prematur tetap merasa hangat.
Apakah benar air ketuban yang pecah bisa diganti dengan minum air putih yang banyak ?
Tentu
saja tidak bisa, air ketuban pecah berarti selaputnya sudah robek, bila
dibiarkan akan menyebabkan bayi mengalami gangguan pernafasan juga
terinfeksi. Minum air putih diperlukan untuk mengganti cairan tubuh ibu
yang hilang, baik melalui keringat, air seni, akibat proses pembakaran
kalori tubuh dan sebagainya. Minum air putih tetap penting bagi ibu
hamil yang mengalami pecah ketuban agar cairan tubuh ibu terpenuhi,
terutama bila terjadi demam.
Benarkah bila air ketuban pecah bisa menyebabkan tali pusar bayi keluar dari jalan lahir?
Benar
sekali, ada beberapa kasus terjadi air ketuban pecah diikuti keluarnya
tali pusar bayi, kondisi ini sangat berbahaya. Oleh karena itu bila
ketuban pecah segera naik ke atas tempat tidur atau minimal lakukan
posisi berbaring jangan berdiri atau malah jalan - jalan. Tali pusar ini
bisa ikut keluar bila bagian terbawah bayi yang mendekati pintu panggul
belum masuk, sehingga ada rongga atau celah yang memungkinkan tali
pusar terdorong keluar. Bila mengalami kejadian seperti ini jangan
sekali kali menarik atai mencoba memasukkan tali pusar. Segera bawa ke
dokter atau klinik atau bidan terdekat dan bagian panggul ibu di
tinggikan dengan bantal.
Bagaimana saya bisa tahu bahwa yang keluar itu air ketuban, air kencing atau keputihan? Kadang saya bingung membedakannya.
Sahabat,
air ketuban warnanya ada yang jernih, putih keruh seperti air cucian
beras, ada yang agak kekuningan dan ada juga yang kehijauan.
Nah
bila memang air ketuban yang pecah baunya amis dan khas, sangat
berbeda dengan bau urine / kencing. Lalu jika memang air ketuban maka
air yang merembes tersebut tidak akan berhenti - berhenti.terus mengalir
bahkan samapi membasahi pakaian . Bila keputihan encer kadang hanya
keluar sekali lalu berhenti.
Bagi
ibu yang hamil pertama dan masih belum berpengalaman bila merasa ada
cairan keluar dari jalan lahir, namun ragu apakah ketuban atau bukan
jangan ragu untuk mendatang bidan atau dokter, karena ada beberapa ibu
yang selaput ketubannya pecah namun cairan yang keluar hanya merembes
sedikit sedikit. Nah untuk menentukan apakah benar air ketuban maka
bidan atau dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, antara lain
menggunakan test kertas lakmus ( nitrazin test).
Apa yang harus saya lakukan agar ketuban tidak pecah sebelum waktunya?
Tidak bisa memastikan apakah ketuban pecah sebelum waktunya bisa dicegah, namun hal - hal berikut akan membantu ;
1.Hindari perjalanan jauh yang melelahkan dan menimbulkan ketegangan fisik maupun mental bagi ibu hamil
2.
Hindari makan - makanan yang bisa meerangsang terjadinya kontraksi
rahim, misalnya minuman beralkohol kadar tinggi, makanan yang mengandung
zat fermentasi berlebihan
3. Hindari trauma atau benturan fisik pada daerah perut
4.
Pada ibu hamil kembar, kurangi aktifitas yang berlebihan, karena
kehamilan kembar sendiri sudah beresiko ketuban pecah sebelum waktunya
akibat pereganagan rahim.
5. Jaga tubuh ibu hamil dari infeksi terutama infeksi pada daerah alat kelamin
6. Hindari stress berlebihan yang akan merangsang hormon tubuh untuk menimbulkan kontraaksi pada rahim
7.Lakukan
hubungan seksual secara hati - hati terutama pada kehamilan yang
memasuki trimester 2, hentikan hubungan seksual bila ketuban pecah.
Apa yang harus saya lakukan ketika ketuban pecah?
1. Suami istri jangan panik
2
Segera datang ke klinik bersalin terdekat bila dalam perjalanan atau
bila masih memungkinkan datang ke bidan atau dokter yang merawat ke
rumah sakit.
3. Jangan menunda, upayakan bisa segera mendapat pertolongan dari tenaga kesehatan.
4.Tidak diperkenankan meminum ramuan apapun baik telur mentah dan madu, minyak , rendamann akar rumput fatima dan jamu lainnya.
5.
Bila sudah bersama tenaga medis maka keadaan ibu sudah dapat terpantau
jadi berusahalah relaks dan mengikuti saran bidan atau dokter yang
merawat. Hal ini sangat penting untuk membantu mengurangi kontraksi.
Apakah kehamilan dengan ketuban pecah masih bisa ditunda kelahiran bayinya?
Ada
beberapa kasus dimana ketuban hanya merembes sedikit sedikit dan tidak
ada tanda infeksi seperti panas pada ibu, maka dokter atau bidan akan
merawat ibu hamil dengan ketuban yang pecah tersebut secara intensif dan
ibu hamil harus istirahat total di rumah sakit. Pengobatan akan
diberikan baik bagi ibu maupun janin. Dalam pemantauan ini ada kalanya
kehamilan masih bisa ditunda samapi batas waktu tertentu tergantung
kebijakan dari dokter, terutama diupayakan agar bayi bisa lahir dengan
kondisi paru - paru yang berfungsi baik saat dilahirkan.
Namun
demikian tidak berarti semua kehamilan ketuban pecah dini bisa
dipertahankan dalam waktu yang lama. Setiap hari akan ada perubahan yang
bisa mengubah keputusan untuk segera mengakhiri kehamilan dengan
ketuban pecah demi keselamatan bayi dan ibu.
Demikian
sedikit bagi bagi informasi penting selama kehamilan, semoga bermanfaat
dan selamat Tahun Baru 2012
salam hangat selalu bidancare
Rabu, 28 Desember 2011
ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL DENGAN HIDRAMNION TERHADAP Ny. “L” DI BPS HANDAYANI KOTA GAJAH LAMPUNG TENGAH
PENDAHULUANBanyak mitos ditengah masyarakat kita menyangkut kehamilan. Diantaranya mitos tentang minum air es yang bisa mengakibatkan kembar air. Menjuluki suatu kehamilan dengan air ketuban yang kelewat banyak sebagai kembar air tidak tepat. Jelas bahwa air ketuban itu bukan kembar sang bayi. Air ketuban (cairan amnion) diproduksi oleh sel (endotel) yang melapisi kantung ketuban dan permukaan plasenta (ari-ari, uri) dan peresapan cairan (eksudasi) melewati membran kantung ketuban. Pada proposisi lebih besar, air ketuban dihasilkan air kencing janin. Dalam keadaan sehat, janin akan minum air ketuban dan mengeluarkan kembali dalam bentuk kencing, sehingga seolah-olah terjadi suatu lingkaranatau siklus yang berulang. Itu sebabnya bentuk, rupa, bau ketuban tidak jauh beda dengan air kencing. Dalam air ketuban juga dijumpai sel-sel dalam rambut (lanugo) yang terlepas serta butiran lemak yang bisa melapisi permukaan kulit bayi (verniks kaseosa). Pada suatu keaadan tertentu, air ketuban didapatkan dalam jumlah yang lebih dari normal keadaan ini disebut polihidramnion atau kadang disebut hidramnion saja.
Menurut staf pengajar LAB/UPF obstetri dan ginekologi (1989), volume air ketuban bervariasi menurut usia kehamilan, puncaknya di umur kehamilan sekitar 33 minggu, volume air ketuban berkisar 1 - 1,5 liter. Pada kasus polihidromnion bisa sampai 3 liter, bahkan 5 liter. Produksi air ketuban yang abnormal baru biasa terjadi sebelum umur kehamilan mencapai 22 minggu atau 5 bulan. Penyebab polihidromnion belum dipastikan secara benar, salah satu yang dicurugai adanya proses infeksi. Dua per tiga kasus polihidromnion tidak diketeahui sebabnya.
Menurut Hanifa Winknjosastro (2005), polihidromnion meningkatkan resiko kelahiran prematur dan resiko komplikasi persalinan. Kemungkinan terjadi perdarahan pascapersalinan lebih tinggi dibanding dari pada perlekatannya sebelum operasi dan terjadinya kematian janin didalam kandungan. Kejadian bedah caesar juga lebih tinggi dibandingkan pada kehamilan biasa karena lebih banyak yang tidak normal atau menurutnya kesejahteraan janin.
POLIHIDRAMNION (HIDRAMNION)
Menurut Rustam Muchtar (1998) penjelasan mengenai hidramnion adalah sebagai berikut :
A. Definisi
Hidramnion merupakan keadaan dimana jumlah air ketuban lebih banyak dari normal atau lebih dari dua liter.
B. Perjalanan penyakit
1. Hidramnion kronis
Banyak dijumpai pertambahan air ketuban bertambah secara perlahan-lahan dalam beberapa minggu atau bulan, dan biasanya terjadi pada kehamilan yang lanjut
2. Hidramnion akut
Terjadi penambahan air ketuban yang sangat tiba-tiba dan cepat dalam waktu beberapa hari saja. Biasanya terdapat pada kehamilan yang agak muda, bulan ke-5 dan ke-6. komposisi dari air ketuban pada hidramnion, menurut penyelidikan, serupa saja dengan air ketuban yang normal.
C. Frekuensi
Yang sering kita jumpai adalah hidramnion yang ringan, dengan jumlah cairan 2- 3 liter. Yang berat dan akut jarang. Frekuensi hidramnion kronis adalah 0,5-1%. Insiden dari kongenital anomali lebih sering kita dapati pada hidramnion yaitu sebesar 17,7-29%. Hidramnion sering terjadi bersamaan dengan :
a. Gemelli atau hamil ganda (12,5%),
b. Hidrops foetalis
c. Diabetes melitus
d. Toksemia gravidarum
e. Cacat janin terutama pada anencephalus dan atresia esophagei
f. Eritroblastosis foetalis
D. Etiologi
a. Mekanisme terjadi hidramnion hanya sedikit yang kita ketahui. Secara teori hidramnion terjadi karena :
b. Produksi air ketuban bertambah; yang diduga menghasilkan air ketuban adalah epitel amnion, tetapi air ketuban juga dapat bertambah karena cairan lain masuk kedalam ruangan amnion, misalnya air kencing anak atau cairan otak pada anencephalus.
c. Pengaliran air ketuban terganggu; air ketuban yang telah dibuat dialirkan dan diganti dengan yang baru. Salah satu jalan pengaliran adalah ditelan oleh janin, diabsorbsi oleh usus dan dialirkan ke placenta akhirnya masuk kedalam peredaran darah ibu. Jalan ini kurang terbuka kalau anak tidak menelan seperti pada atresia esophogei, anencephalus atau tumor-tumor placenta.
Pada anencephalus dan spina bifida diduga bahwa hidramnion terjadi karena transudasi cairan dari selaput otak dan selaput sum-sum tulang belakang. Selain itu, anak anencephal tidak menelan dan pertukaran air terganggu karena pusatnya kurang sempurna hingga anak ini kencing berlebihan.
Pada atresia oesophagei hidramnion terjadi karena anak tidak menelan. Pada gemelli mungkin disebabkan karena salah satu janin pada kehamilan satu telur jantungnya lebih kuat dan oleh karena itu juga menghasilkan banyak air kencing. Mungkin juga karena luasnya amnion lebih besar pada kehamilan kembar. Pada hidramnion sering ditemukan placenta besar.
Menurut dr. Hendra Gunawan Wijanarko, Sp.OG dari RSIA Hermina Pasteur, Bandung (2007) menjelaskan bahwa hidromnion terjadi karena:
a. Prduksi air jernih berlebih
b. Ada kelainan pada janin yang menyebabkan cairan ketuban menumpuk, yaitu hidrocefalus, atresia saluran cerna, kelainan ginjal dan saluran kencing kongenital
c. Ada sumbatan / penyempitan pada janin sehingga dia tidak bisa menelan air ketuban. Alhasil volume ketuban meningkat drastis
d. Kehamilan kembar, karena adanya dua janin yang menghasilkan air seni
e. Ada proses infeksi
f. Ada hambatan pertumbuhan atau kecacatan yang menyangkut sistem syaraf pusat sehingga fungsi gerakan menelan mengalami kelumpuhan
g. Ibu hamil mengalami diabetes yang tidak terkontrol
h. Ketidak cocokan / inkompatibilitas rhesus
E. Predisposisi
Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya hidromnion, antara lain:
1. Penyakit jantung
2. Nefritis
3. Edema umum (anasarka)
4. Anomali kongenintal (pada anak), seperti anensefali, spina bifida, atresia atau striktur esofagus, hidrosefalus, dan struma bloking oesaphagus. Dalam hal ini terjadi karena :
a. Tidak ada stimulasi dari anak dan spina
b. Exscressive urinary secration
c. Tidak berfungsinya pusat menelan dan haus
d. Transudasi pusat langsung dari cairan meningeal keamnion
5. Simpul tali pusat
6. Diabetes melitus
7. Gemelli uniovulair
8. Mal nutrisi
9. Penyakit kelenjar hipofisis
10. Pada hidromnion biasanya placenta lebih besar dan terasa lebih berat dari biasa karena itu transudasi menjasdi lebih banyak dan timbul hidromnion
F. Diagnosis
1. Anamnesis
a. Perut lebih besar dan terasa lebih berat dari biasa
b. Pada yang ringan keluhan-keluhan subyektif tidak banyak
c. Pada yang akut dan pada pembesaran uterus yang cepat maka terdapat keluhan-keluhan yang disebabkan karena tekanan pada organ terutama pada diafragma, seperti sesak (dispnoe), nyeri ulu hati, dan dianosis
d. Nyeri perut karena tegangnya uterus, mual dan muntah
e. Edema pada tungkai, vulva, dinding perut
f. Pada proses akut dan perut besar sekali, bisa syok, bereringat dingin dan sesak
2. Inspeksi
a. Kelihatan perut sangat buncit dan tegang, kulit perut berkilat, retak-retak, kulit jelas dan kadang-kadang umbilikus mendatar
b. Jika akut si ibu terlihat sesak (dispnoe) dan sionasis, serta terlihat payah membawa kandungannya
3. Palpasi
a. Perut tegang dan nyeri tekan serta terjadi oedema pada dinding perut valva dan tungkai
b. Fundus uteri lebih tinggi dari tuanya kehamilan sesungguhnya
c. Bagian-bagian janin sukar dikenali karena banyaknya cairan
d. Kalau pada letak kepala, kepala janin bisa diraba, maka ballotement jelas sekali
e. Karena bebasnya janin bergerak dan kepala tidak terfiksir, maka dapat terjadi kesalahan-kesalahan letak janin
4. Auskultasi
Denyut jantung janin tidak terdengar atau jika terdengar sangat halus sekali
5. Rontgen foto abdomen
a. Nampak bayangan terselubung kabur karena banyaknya cairan, kadang-kadang banyak janin tidak jelas
b. Foto rontgen pada hidromnion berguna untuk diagnosa dan untuk menentukan etiologi, seperti anomali kongenital (anensefali atau gemelli)
6. Pemeriksaan dalam
Selaput ketuban teraba dan menonjol walaupun diluar his
G. Diagnosa banding
Bila seorang ibu datang dengan perut yang lebih besar dari kehamilan yang seharusnya, kemunginan:
1. Hidramnion
2. Gemelli
3. Asites
4. Kista ovarri
5. Kehamilan beserta tumor
H. Prognosis
Pada janin, prognosanya agak buruk (mortalitas kurang lebih 50%) terutama karena :
a. Kongenital anomali
b. Prematuritas
c. Komplikasi karena kesalahan letak anak, yaitu pada letak lintang atau tali pusat menumbung
d. Eritroblastosis
e. Diabetes melitus
f. Solutio placenta jika ketuban pecah tiba-tiba
Pada ibu:
1. Solutio placenta
2. Atonia uteri
3. Perdarahan post partum
4. Retentio placenta
5. Syok
6. Kesalahan-kesalahan letak janin menyebabkan partus jadi lama dan sukar
I. Penatalaksanaan
Terapi hidromnion dibagi dalam tiga fase:
1. Waktu hamil (di BKIA)
a. Hidromnion ringan jarang diberi terapi klinis, cukup diobservasi dan berikan terapi simptomatis
b. Pada hidromnion yang berat dengan keluhan-keluhan, harus dirawat dirumah sakit untuk istirahat sempurna. Berikan diet rendah garam. Obat-obatan yang dipakai adalah sedativa dan obat duresisi. Bila sesak hebat sekali disertai sianosis dan perut tengah, lakukan pungsi abdominal pada bawah umbilikus. Dalam satu hari dikeluarkan 500cc perjam sampai keluhan berkurang. Jika cairan dikeluarkan dikhawatirkan terjadi his dan solutio placenta, apalagi bila anak belum viable. Komplikasi pungsi dapat berupa :
1) Timbul his
2) Trauma pada janin
3) Terkenanya rongga-rongga dalam perut oleh tusukan
4) Infeksi serta syok
bila sewaktu melakukan aspirasi keluar darah, umpamanya janin mengenai placenta, maka pungsi harus dihentikan.
2. Waktu partus
a. Bila tidak ada hal-hal yang mendesak, maka sikap kita menunggu
b. Bila keluhan hebat, seperti sesak dan sianosis maka lakukan pungsi transvaginal melalui serviks bila sudah ada pembukaan. Dengan memakai jarum pungsi tusuklah ketuban pada beberapa tempat, lalu air ketuban akan keluar pelan-pelan
c. Bila sewaktu pemeriksaan dalam, ketuban tiba-tiba pecah, maka untuk menghalangi air ketuban mengalir keluar dengan deras, masukan tinju kedalam vagina sebagai tampon beberapa lama supaya air ketuban keluar pelan-pelan. Maksud semua ini adalah supaya tidak terjadi solutio placenta, syok karena tiba-tiba perut menjadi kosong atau perdarahan post partum karena atonia uteri.
3. Post partum
a. Harus hati-hati akan terjadinya perdarahan post partum, jadi sebaiknya lakukan pemeriksaan golongan dan transfusi darah serta sediakan obat uterotonika
b. Untuk berjaga-jaga pasanglah infus untuk pertolongan perdarahan post partum
c. Jika perdarahan banyak, dan keadaan ibu setelah partus lemah, maka untuk menghindari infeksi berikan antibiotika yang cukup
DAFTAR PUSTAKA
Muchtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I. EGC: Jakarta
Staf Pengajar LAB / UPF Obstetri dan Ginekologi. 1989. Osbetetri Patologi. Ekstar Offset: Bandung
Winknjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. YBP-SP: Jakarta
http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0509/07/073621.ht
ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGIS PADA KEHAMILAN
DENGAN HIDRAMNION TERHADP Ny. “L”
DI BPS HANDAYANI KOTA GAJAH
LAMPUNG TENGAH
I. PENGUMPULAN DATA DASAR
A. Pengkajian
Tanggal 07 November 2007 pukul 09.30 WIB
1. Identitas
Nama Istri : Ny “L” Nama Suami : Tn. “H”
Umur : 23 Tahun Umur : 25 Tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : D3
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Guru
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku : Jawa
Alamat : Jl. Jend. Sudirman No. 235 Seputih Raman Alamat : Jl. Jend. Sudirman No. 235 Seputih Raman
2. Alasan kunjungan saat ini
Keluhan : Ibu datang hamil anak pertama dengan umur kehamilan 24 minggu mengeluh sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu, disertai keringat dingin, perut terasa tegang dan lebih berat dari biasanya.
3. Riwayat kehamilan
a) Riwayat menstruasi
(1) Menarche : 14 tahun
(2) Siklus : 28 hari, teratur
(3) Banyaknya : 6-7 hari
(4) Keluhan : agak nyeri
(5) HPHT : 02 Mei 2007
(6) TTP : 09 Februari 2008
b) Tanda-tanda kehamilan (trimerster I)
Hasil tes kehamilan tanggal 09 Mei 2007 hasil positif
c) Pergerakan fetus dirasakan pertama kali pada umur kehamilan 20 minggu
d) Keluhan yang dirasakan :
(1) Rasa lelah
Ibu mengatakan ia merasa lelah pada 1 minggu terakhir, disertai dengan sesak nafas dan keringat dingin.
(2) Mual dan muntah yang lama
Ibu mengatakan tidak mual dan muntah yang lama
(3) Nyeri perut
Ibu mengatakan tidak nyeri perut
(4) Sakit kepala berat
Ibu mengatakan tidak sakit kepala berat
(5) Penglihatan
Ibu mengatakan penglihatannya tidak kabur
(6) Rasa nyeri / panas waktu BAK
Ibu mengatakan tidak nyeri / panas waktu BAK
(7) Rasa gatal pada valva, vagina dan sekitarnya
Ibu mengatakan tidak gatal pada vulva dan vagina
(8) Pengeluaran cairan pervaginam
Ibu mengatakan tidak ada pengeluaran cairan dari vagina
(9) Nyeri, kemerahan dan tegang pada tungkai
Tidak
(10) Oedema
Tidak ada oedema
4. Pola kebiasaan sehari-hari
a. Nurisi
Sebelum hamil : Ibu mengatakan biasanya makan 3x sehari dengan nasi, sayur, dan lauk dengan porsi sedang, tetapi ibu selalu minum 7-8 gelas per hari
Sesudah hamil : Dalam 1 minggu terakhir, porsi makan ibu berkurang, ibu merasa cepat kenyang
b. Eliminasi
Sebelum hamil : BAB: 1x sehari BAK: 3-4 x sehari
Sesudah hamil : BAB: 1x sehari BAK: 9-10x sehari
Ibu mengatakan sering BAK terutama pada malam hari
c. Istirahat dan tidur
Sebelum hamil : Ibu tidur malam 7-8 jam/hari tidur siang 1 jam
Sesudah hamil : Ibu tidak dapat tidur karena keluhan yang dirasakannya. Ibu hanya dapat tidur 4-5 jam/hari, dengan keadaan terputus-putus
d. Aktifitas seksual
Sebelum hamil : Ibu melakukan hubungan seksual 2x/minggu
Sesudah hamil : Ibu mengatakan pada 1 minggu terakhir tidak melakukan hubungan suami istri, karena ibu mengalami ganguan rasa nyaman
e. Pekerjaan
Sebelum hamil : Ibu melakukan pekerjaan rumah tangga seperti biasa tanpa ada keluhan
Sesudah hamil : Ibu hanya melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan saja. Karena ibu merasa cepat lelah
f. Personal hygiene
Sebelum dan sesudah hamil ibu mandi 2x sehari, dan pencucian vagina dilakukan setelah mandi, BAB dan BAK
5. Imunisasi, TT I tanggal 21 Oktober 2007 di bidan, TT II belum dilakukan
6. Riwayat kesehatan
a. Ibu tidak menderita penyakit kronis atau menular
b. Ibu tidak pernah menggunakan alkohol / obat-obatan
c. Ibu tidak pernah merokok dan makan sirih
d. Iritasi vagina / ganti pakaian dalam 2x sehari
7. Riwayat sosial
Ibu mengatakan kehamilan ini direncanakan / diinginkan, jenis kelamin yang diharapkan adalah laki-laki. Status perkawinan syah 1x, lama perkawinan 1 tahun, tinggal di rumah sendiri bersama suami, ibu tidak percaya terhadap kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan persalinan dan nifas ibu ingin bidan untuk membantu persalinan.
8. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan tidak ada penyakit keturunan
9. Data psikologis
Ibu mengatakan agak cemas dengan perubahan pada perutnya dalam 1 minggu terakhir
B. Pemeriksaan
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik Kesadaran : composmentis
Keadaan emosional : gelisah dan cemas
2. Ukuran LILA : 24 cm
3. Tanda-tanda vital
a. TD : 100/70 mmHg
b. Suhu : 36oC
c. Nadi : 85x / menit
d. Pernafasan : 25x/ menit
4. Berat Badan
Saat ini : 56,5 Kg
Sebelum hamil : 50 Kg
Kenaikan BB selama hamil : 6,5 Kg
5. Tinggi badan : 157 cm
6. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
1) Rambut : lurus, tidak ada ketombe, dan tidak mudah rontok, keadaan bersih
2) Muka : bentuk simeris dan agak pucat, keadaan bersih tidak ada oedema
3) Mata : bentuk simeris, tidak ada pembengkakan pada kelopak mata, kojungtiva merah muda, sklera tidak ikterik, fungsi penglihatan baik
4) Hidung : bentuk simetris, keadaan bersih dan tidak ada pembesaran polip, fungsi penciuman baik
5) Telinga : bentuk simetris, keadaan bersih, fungsi pendengaran baik
6) Mulut : bentuk simetris, tidak terdapat stomatitis, keadaan gigi bersih, tidak ada pembengkakan toncil
7) Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thiroid, kelenjar limfe, dan tidak ada pembengkakan vena jugularis
8) Dada : bentuk buah dada simetris, pergerakan nafas teratur, tidak ada benjolan abnormal
9) Payudara : membesar, simetris, puting susu menonjol, hiperpigmentasi, tidak ada benjolan abnormal, keadaan bersih
10) Punggung : keadaan lordosis, michelis simetris, tidak ada nyeri
11) Perut : bentuk simetris membesar tidak sesuai dengan usia kehamilan, kulit perut berkilat
12) Genetalia : keadaan bersih, tidak ada keluhan tidak ada haemoroid, harices dan elisterna oedema
13) Ekstemitas
Atas : bentuk simetris, tidak ada cacat tidak ada oedema, keadaan bersih dapat berfungsi dengan baik, terasa pegal-pegal
Bawah : bentuk simetris, tidak ada cacat, keadaan bersih, tidak ada oedema, dapat berfungsi dengan baik, terasa pegal-pegal
b. Palpasi
1) Leopold I : TFU 2 jari diatas pusat
2) Leopold II : perut teraba tegang, teraba ballotement janin letak memanjang, bagian-bagian janin sukar diraba
3) Leopold III : tidak dilakukan
4) Leopold IV : tidak dilakukan
5) Mc. Donal : 26 cm
6) TBJ : (26-12) x 155 = 2170 gram
c. Auskultasi
1) Jantung : bunyi jantung normal, teratur, tidak ada mur-mur
2) Paru-paru : tidak terdengar wheezing maupun ronchi
3) DJJ terdengar jauh dan halus di bawah pusat sebelah kanan, frekuensi 126x/menit, teratur
d. Perkusi
Reflek patela : (+)
C. Pemeriksaan laboratorium
Hb : 10gr%
Protein Urine : negatif
II. INTERPRESTASI DATA DASAR, DIAGNOSA, MASALAH DAN KEBUTUHAN
1. Diagnosa
Ibu dengan GIP0A0 hamil 24 minggu, janin hidup, tunggal, intrauterin dengan hidramnion.
Dasar :
S : a. Ibu mengatakan hamil anak pertama. Ibu mengatakan perutnya cepat membesar dan terus lebih berat dari biasanya, sesak nafas disertai dengan keringat dingin dalam satu minggu terakhir
b. HPHT: 02 Mei 2007
O : a. PP test positif
b. TFU dua jari di atas pusat : 26 cm
c. Pernafasan : 25/menit
f. Suhu : 36oC
g. DJJ 126x/ menit, perut teraba tegang janin letak memanjang DJJ terdengar jauh dan halus
2. Masalah
a. Ibu merasa cemas terhadap kehamilannya
Dasar :
S : 1) Ibu mengatakan ibu khawatir dengan keadaan ini karena ibu merasa perutnya cepat membesar dalam 1 minggu terakhir
2) Ibu sangat mengharapkan kehamilan berjalan normal dan janinnya selamat
O : 1) Ibu tampak gelisah
2) Ibu terlihat agak pucat
b. Gangguan pola istirahat dan tidur
Dasar :
S : Ibu mengatakan hanya tidur 4-5 jam sehari dengan terputus akibat dari kelelahan yang dirasakan
O : Konjungtiva ibu sangat pucat karena kurang istirahat
3. Kebutuhan
a. Penjelasan tentang keadaan ibu saat ini
b. Penjelasan tantang hidromnion
c. Pemberian dukungan dan motivasi pada ibu
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadi solutio placenta (jika ketuban pecah tiba-tiba), prematuritas pada janin dan perdarahan postpartum
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN YANG MEMERLUKAN PENANGANAN SEGERA DAM KOLABORASI
Kolaborasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya bila terjadi komplikasi lebih lanjut.
V. PERENCANAAN
1. Jelaskan pada ibu dan keluarga, keadaan ibu dan janin saat ini
a. Jelaskan pada ibu dan keluarga, keadaan ibu dan janin saat ini dalam keadaan baik
b. Beritahu keluarga bahwa ibu membutuhkan perhatian yang intensif
2. Anjurkan ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi aktifitas / pekerjaan yang berat
a. Anjurkan ibu untuk istirahat dan cukup tidur 8 jam sehari
b. Anjurkan ibu untuk tidak melakukan perkerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan sebelum hamil
c. Anjurkan ibu untuk tetap rileks dan tenang menghadapi kehamilannya saat ini
d. Anjurkan ibu untuk istirahat baring dalam keadaan setengah duduk atau miring ke kiri
3. Anjurkan ibu untuk mengatur pola makan
a. Anjurkan ibu untuk diet rendah garam
b. Anjurkan ibu untuk makan 3 kali sehari dengan nutrisi yang cukup
c. Anjurkan ibu untuk makan makanan yang berserat
4. Libatkan suami dan keluarga dalam kehamilan ibu saat ini
a. Libatkan keluarga untuk selalu memberikan dukungan pada ibu
b. Beritahu keluarga untuk dapat meyakinkan kondisi ibu dan janinnya baik-baik saja
c. Persiapkan ibu dalam menghadapi semakin bertambahnya usia kehamilannya
5. Observasi keadaan umum, pembesaran perut dan kenaikan berat badan ibu
a. Waspadai adanya komplikasi dalam kehamilan polihidramnion
b. Pantau keadaan ibu dan janin agar dapat dideteksi dini adanya komplikasi
c. Anjurkan ibu untuk datang kembali dan memeriksakan kehamilannya dalam 1 minggu mendatang atau bila ada keluhan
6. Evaluasi perkembangan psikologis dan kejiwaan ibu
a. Evaluasi perkembangan kecemasan dan kekhawatiran ibu terhadap janinnya
b. Meyakinkan ibu bahwa ibu dan janin dalam keadaan sehat
VI. PELAKSANAAN / IMPLEMENTASI
1. Menjelaskan pada ibu dan keluarga tentang kondisi ibu dan janin saat ini. Saat ini ibu dan janin dalam keadaan baik-baik saja pembesaran perut ibu yang cepat dalam 1 minggu terakhir disebabkan karena adanya peningkatan produksi air seni janin yang berlebihan. Si jabang bayi minum air ketuban dalam jumlah seimbang dengan air seni yang dihasilkan.
2. Menganjurkan ibu untuk banyk istirahat dan mengurangi aktifitas / pekerjaan yang berat. Menganjurkan pada ibu untuk istirahat cukup 8 jam sehari. Menganjurkan ibu istirahat dalam keadaan setengah duduk. Untuk mengurangi gangguan rasa nyaman ibu terhadap pembesaran perut yang cepat yang menyebabkan tekanan pada organ deperti diaferagma sehingga mengakibatkan ibu sesak nafas.
3. Menganjuran ibu untuk diet rendah garam tetapi pemenuhan kebutuhan tetap terpenuhi, seperti mengkonsumsi sayur-sayuran, lauk-pauk, buah-buahan dalam porsi sedang, 3x sehari. Menganjurkan ibu untuk minum 8-12 gelas tiap hari untuk menghindari terjadinya konstipasi
4. Melibatkan suami dan keluarga untuk selalu memberikan dukungan pada ibu. Karena ibu membutuhkan pengertian emosional, konseling, serta perhatian lebih. Dukungan dari suami dan keluarga sangat berpengaruh dalam proses mengembalikan kestabilan emosional ibu atas kecemasan dan kekhawatiran terhadap kehamiannya.
5. Mengobservasi keadaan umum seperti tekanan darah, nadi, suhu, dan pernafasan. Karena cairan ketuban yang berlebih menimbulkan keluhan-keluhan seperti gangguan pernafasan yang berat, pertambahan berat badan yang berlebih. Keluhan tersebut akhirnya akan memicu terjadinya hipertensi dalam kehamilan sehingga pemantauan tekanan darah sangat penting.
6. Mengevaluasi perkembangan psikologis dan kejiwaan ibu dengan melakukan konseling kepada ibu, meyakinkan ibu bahwa ibu dan janin dalam keadaan baik dan sehat.
VII. EVALUASI
1. Ibu sudah mengerti tentang kondisinya dan janin dalam kandungannya saat ini
2. Suami dan keluarga akan memberikan dukungan psikologis pada ibu
3. Ibu masih nampak cemas dengan kondisinya saat ini
4. Ibu mengatakan akan melaksanakan anjuran yang telah dijelaskan
5. Tanda-tanda vital:
TD : 110/80 mmHg
Suhu : 36oC
RR : 23x/menit
Nadi : 85x/menit
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal 10 November 2007, pukul 10.15 WIB
S : a. Ibu mengatakan mengerti keadaan ibu dan janinnya saat ini
b. Ibu mengatakan berusaha istirahat total dan masih cemas dengan kehamilannya
c. Ibu mengatakan akan makan makanan rendah garam
d. Ibu mengatakan purutnya agak nyari
O : a. Ibu terlihat tampak cemas
b. Keadaan umum
TD : 100/70 mmHg
Pols : 80x/menit
RR : 22x/ menit
Temp : 36oC
BB : 57 kg
c. TFU 2 jari diatas pusat : 26 cm ( fundes uteri lebih tinggi dari tuanya kehamilan)
d. Perut ibu teraba tegang
e. DJJ 130x / menit, terdengar halus dan jauh
f. Bagian-bagian janin sukar diraba
g. PP test positif HPHT 02 Mei 2007
A : a. Ibu dengan hidromnion akut, gangguan pola istirahat / tidur
b. Potensial terjadi solutio placenta, jika ketuban pecah tiba-tiba
P : a. Lakukan pemeriksaan dan observasi keadaan ibu dan janin
1) Periksa tanda-tanda vital ibu seperti tekanan darah, nadi, pernafasan, dan suhu, pantau kenaikan BB ibu.
2) Priksa DJJ
b. Anjurkan pada ibu untuk tetap istirahat dan cukup tidur
c. Beri ibu dukungan terhadap kehamilannya
1) Jelaskan pada ibu agar tidak terlalu khawatir terhadap kondisi kehamilannya
2) Anjurkan pada ibu untuk selalu berserah diri kepada Allah swt
d. Anjurkan pada ibu untuk melakukan Anc minimal 4x atau bila ada keluhan
Tanggal 15 November 2007, pukul 09.30 WIB
S : a. Ibu sangat mengerti keadaan ibu dan janinnya saat ini
b. Ibu mengatakan sudah dapat tidur siang meskpun hany 30 menit
c. Ibu mengatakan sudah makan makanan rendah garam
d. Ibu mengatakan sudah tidak terlalu sesak nafas
e. Ibu mengatakan perutnya masih terasa agak nyeri
O : a. Ibu sudah terlihat lebih tenang dari sebelumnya
b. Keadan umum
TD : 120/70 mmHg
Pols : 85x/menit
RR : 20x/ menit
Temp : 37,5oC
BB : 57 kg
c. TFU 2 jari diatas pusat : 26 cm ( fundes uteri lebih tinggi dari tuanya kehamilan)
d. Perut ibu masih teraba tegang
e. DJJ 128x / menit, terdengar halus dan jauh
f. Bagian-bagian janin sudah bisa diraba, janin tegak memanjang
A : a. Ibu dengan hidromnion akut, gangguan pola istirahat / tidur
b. Potensial terjadi solutio placenta, jika ketuban pecah tiba-tiba
P : a. Lakukan pemeriksaan dan observasi keadaan ibu dan janin
b. Anjurkan pada ibu untuk tetap istirahat dan cukup tidur
c. Beri ibu dukungan dan perhatian untuk kestabilan emosionalnya
d. Anjurkan pada ibu untuk melakukan Anc minimal 4x atau bila ada keluhan
e. Mengingatkan ibu untuk melakukan imunisasi TT2
Tanggal 20 November 2007, pukul 10.00 WIB
S : a. Ibu dan keluarga mengerti keadaan ibu dan janinnya saat ini
b. Ibu tidak cemas lagi dengan kehamilanya
c. Ibu sudah dapat tidur dengan nyenyak dan tidak terputus-putus
d. Ibu mengatakan rasa nyeri pada perutnya sudah agak berkurang
O : a. Ibu sudah merasa lebih baik dan lebih tenang dari sebelumnya
b. Keadan umum
TD : 120/70 mmHg
Pols : 80x/menit
RR : 22x/ menit
Temp : 36,5oC
BB : 57 kg
c. TFU 3 jari diatas pusat : 27 cm (sama dengan tuany kehamilan)
d. Perut ibu sudah tidak teraba tegang seperti sebelumnya
A : a. Ibu dengan hidramnion akut dengan gangguan pola istirahat atau tidur
b. Potensial terjadi solutio placenta, jika ketuban pecah tiba-tiba
P : a. Lakukan pemeriksaan dan observasi keadaan ibu dan janin
b. Anjurkan pada ibu untuk tetap istirahat dan cukup tidur
c. Beri pada ibu untuk kestabilan emosionalnya
d. Beri penyuluhan pada ibu tentang persiapan persalinan
DAFTAR PUSTAKA
Muchtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I. EGC: Jakarta
Staf Pengajar LAB / UPF Obstetri dan Ginekologi. 1989. Osbetetri Patologi. Ekstar Offset: Bandung
Winknjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. YBP-SP: Jakarta
http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0509/07/073621
Langganan:
Postingan (Atom)